Praktikum 3

1.Packet Tracer adalah sebuah software simulasi jaringan. Sebelum melakukan konfigurasi jaringan yang sesungguhnya (mengaktifkan fungsi masing-masing device hardware) terlebih dahulu dilakukan simulasi menggunakan software Cisco Paacket Tracer. Simulasi tersebut sangat bermanfaat jika membuat sebuah jaringan yang kompleks namun hanya memiliki komponen fisik yang terbatas.
Untuk membuat sebuah konfigurasi jaringan, bagi pemula, sebaiknya ditentukan dulu jenis device yang digunakan, berapa jumlahnya dan bagaimana bentuk konfigurasi jaringan tersebut pada kertas buram.
Jenis-jenis kabel penghubung ditentukan berdasarkan aturan sebagai berikut :
·         Untuk mengkoneksikan peralatan yang berbeda, gunakan kabel Straight-through :

  • Router – Switch
  • Router – Hub
  • PC – Switch
  • PC – Hub
·         Untuk mengkoneksikan peralatan yang sama, gunakan kabel Cross-Over :

  • Router - Router
  • Router – PCSwitch - Switch
  •  Switch – Hub



2.                   
1.      Tambahkan beberapa komputer sebagai simulasi untuk membuat jaringan












2.      Tambahkan Switch untuk menghubungkan beberapa komputer yang ada di jaringan tersebut. Seperti gambar dibawah ini :










3.      Sambungkan Switch dengan setiap PC yang ada pada jaringan tersebut dengan menggunakan kabel Straight. Seperti gambar dibawah ini :












4.      Dalam menyambungkan tiap PC dengan Switch, tiap PC tadi disambungkan terlebih dahulu dengan menggunakan FastEthernet lalu sambungkan dengan FastEthernet 0/1 – FastEthernet 0/5 secara berurutan ke  Switch. Seperti gambar dibawah ini :











5.      Ulangi langkah 1 – 4 untuk membuat tiga jaringan lainnya sehingga kita nanti mempunyai total empat buah jaringan lokal. Seperti gambar dibawah ini :













6.      Hubungkan tiap jaringan tadi agar bisa terhubung satu sama lain. Kita hubungkan 4 jaringan lokal tadi dengan 2 buah router 2620XM. Sebelum itu matikan router dengan menekan tombol on off hijau, tambah perangkat NM-4E drag ke bagian router, lalu nyalakan router kembali. Seperti gambar dibawah ini :












7.      Sambungkan dari switch ke router menggunakan kabel Straight dan untuk menghubungkan kedua buah router dengan menggunakan kabel Cross. Atur jalur sambungan antara Router dengan Router melalui FastEthernet 0/0 dan sambungan antara Router dengan Switch melaui FastEthernet 1/0 atau 1/1. Seperti gambar dibawah ini : (Tiap Router mewakili dua jaringan lokal).








8.      Untuk setting IP pada jaringan diatas, akan dilanjutkan pada jawaban nomor 3.

3.                   
1.      Pada jaringan yang kita buat sebelumnya, kita misalkan sebagai berikut : (lihat gambar).








2.      Atur IP Address pada tiap – tiap PC dengan cara Klik ganda pada setiap PC lalu pilih Desktop > IP Configuration. Seperti gambar dibawah ini :









3.      Untuk ketentuan IP Addressnya, adalah sebagai berikut :


    a.      Jaringan Lokal 1
Subnet Mask : 255.255.255.0
Default Gateway : 192.168.1.1
IP Address PC 0 : 192.168.1.10
IP Address PC 1 : 192.168.1.11
IP Address PC 2 : 192.168.1.12
IP Address PC 3 : 192.168.1.13
IP Address PC 4 : 192.168.1.14
    b.      Jaringan Lokal 2
Subnet Mask : 255.255.255.0
Default Gateway : 192.168.2.1
IP Address PC 5 : 192.168.2.10
IP Address PC 6 : 192.168.2.11
IP Address PC 7 : 192.168.2.12
IP Address PC 8 : 192.168.2.13
IP Address PC 9 : 192.168.2.14
c.         Jaringan Lokal 3
     Subnet Mask : 255.255.255.0
     Default Gateway : 192.168.3.1
     IP Address PC 10 : 192.168.3.10
     IP Address PC 11 : 192.168.3.11
     IP Address PC 12 : 192.168.3.12
     IP Address PC 13 : 192.168.3.13
     IP Address PC 14 : 192.168.3.14
d.        Jaringan Lokal 4
    Subnet Mask : 255.255.255.0
    Default Gateway : 192.168.4.1
    IP Address PC 15 : 192.168.4.10
    IP Address PC 16 : 192.168.4.11
    IP Address PC 17 : 192.168.4.12
    IP Address PC 18 : 192.168.4.13
    IP Address PC 19 : 192.168.4.14

4.      Setting alur jaringan dengan klik doble router lalu pilih config fastEthernet 1/0 lalu isikan IP dengan jalur jaringan gatewaynya tadi, begitu pula dengan fastEthernet 1/1. Lalu pilih centang ON. Dan jangan lupa setting router satunya lagi dengan hal yang sama. Seperti gambar dibawah ini :










5.      Selanjutnya kita beri IP pada router 0 fastEthernet 0/0 misal: 192.168.210.5 dan 192.168.210.10 pada router 2 lalu centang ON.









6.      Selanjutnya kita atur RIP, untuk memperkenalkan alur jaringan. Router 0 RIP add 192.168.1.1, 192.168.2.1, 192.168.210.5 dan Router1 192.168.3.1, 192.168.4.1, 192.168.210.10 seperti gambar dibawah ini :










7.      Pengaturan IP Addres telah selesai, sekarang kita coba ping dari PC 13 yang ada pada jaringan lokal 3 dengan IP Address 192.168.3.13 menuju PC 0 yang ada pada jaringan lokal 1 dengan IP Address 192.168.1.10. Seperti gambar dibawah ini :









Tidak ada komentar: